Pulau Derawan
Pulau Derawan di Kabupaten Berau terus dipromosikan sebagai obyek penyelaman baru di Indonesia mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Demikian dikatakan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat Dialog memperingati Hari Nusantara di TVRI Stasiun Jakarta .
Awang Faroek yang menjadi pembicara bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Mohammad, menjelaskan bahwa Pulau Derawan menempati urutan ke empat setelah Taman laut Raja Ampat di Papua, Taman laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Taman Laut Bali Barat di Provinsi Bali. Bahkan, Pulau Derawan mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara yang menempati urutanke lima nasional.
“Keindahan laut di Pulau Derawan mulai
terkenal di Indonesia, bahkan di mancanegara. Banyak tamu asing yang
telah berkunjung dan memuji keindahan bawah laut Pulau Derawan seperti
mantan Duta Besar Amerika untuk Indonesia dan kunjungan tamu kerajaan
Belgia, Pangeran Hendry,” ujarnya.

Untuk mencapai Kabupaten Berau, kini
bukanlah hal yang sulit karena telah dapat menggunakan pesawat
terbang dengan tujuan Bandara Kalimarau, kemudian perjalanan
diteruskan menuju dermaga laut dan menggunakan kapal jenis speed boat
selama 2-3 jam untuk menuju Pulau Derawan.
“Sekarang di Berau sudah dapat didarati
pesawat Boeng berbadan lebar yang berangkat langsung dari segala
tujuan. Selain menyelam, jika ke Pulau Derawan, Kita dapat berenang
dengan penyu-penyu yang muncul ke permukaan. Selain Pulau Derawan, juga
terdapat gugusan kepulauan lainnya di Kabupaten Berau diantaranya
Pulau Sangalaki, Kakaban dan Maratua yang tidak kalah menarik dari
Pulau Derawan,”ujarnya.
Pulau Sangalaki misalnya, mempunyai
populasi ikan pari biru (Manta Rays) yang unik, yang lebarnya dapat
mencapai 3,5 meter. Kalau beruntung, dapat dijumpai ikan pari hitam
dengan lebar 6 meter. Sedangkan di Pulau Kakaban mempunyai keunikan
berupa Danau Prasejarah, yang ada di tengah laut, satu-satunya ada di
Asia dan dihuni oleh ubur-ubur.
Untuk akomodasi, pengunjung tidak perlu
khawatir karena di Pulau Derawan terdapat cottage dengan pengelolaan
dan pelayanan sekelas hotel. Bagi yang tidak menginginkan bermalam di
cottage, dapat memanfaatkan rumah-rumah penduduk yang difungsikan
sebagai “home stay” dengan biaya sangat murah.Danau Labuan Cermin,
RASA lelah
seketika hilang, meski sebelumnya harus menempuh perjalanan sejauh 250
kilometer dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Lama perjalanan
8 jam dari Tanjung Redeb itu seperti tak terasa dan langsung terobati
begitu melihat kejernihan air di danau yang dikelilingi keasrian hutan
mangrove yang masih terjaga.
Dasar air terlihat begitu jelas,
termasuk biota air di dalamnya seperti karang dan ikan beragam jenis.
Tak ketinggalan, penyu hijau juga sesekali singgah di perairan ini.
Dari dasar danau, air terlihat dangkal. Padahal sebenarnya kedalamannya bisa lebih dari 3 meter. Keunikan lain, di bagian permukaan air terasa agak asin. Sementara di dasarnya terasa tawar. Ini karena pengaruh sumber air danau yang berasal dari bebatuan mengandung kapur.
Dari dasar danau, air terlihat dangkal. Padahal sebenarnya kedalamannya bisa lebih dari 3 meter. Keunikan lain, di bagian permukaan air terasa agak asin. Sementara di dasarnya terasa tawar. Ini karena pengaruh sumber air danau yang berasal dari bebatuan mengandung kapur.
Tak jauh dari kawasan ini terdapat
pelabuhan tradisional. Ini mendukung aktivitas warga yang banyak
tinggal di kawasan ini dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Baik
menangkap ikan di laut lepas, maupun dengan cara membuat bagan.

Selasa (1/2) tadi, Bupati Berau Makmur HAPK dan Wakil Bupati Ahmad Rifai, masing-masing bersama istrinya dan rombongan lain, menikmati keindahan objek wisata alam ini. Menggunakan perahu kayu berpenumpang sekitar 25 orang, Kaltim Post ikut menyusuri danau ini.
Bertolak dari dermaga tradisional yang ada di muara danau, perahu menyusuri ke arah sumber air. Melintasi bawah Jembatan Labuan Cermin, perahu terus bergerak ke ujung danau, tempat air berasal. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke lokasi tersebut. Begitu di ujung danau, terlihat kawasan masih asri, dikelilingi rerimbunan pohon. Di salah satu sudut, terlihat batang kayu yang disusun seadanya untuk istirahat sejenak.
Bertolak dari dermaga tradisional yang ada di muara danau, perahu menyusuri ke arah sumber air. Melintasi bawah Jembatan Labuan Cermin, perahu terus bergerak ke ujung danau, tempat air berasal. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke lokasi tersebut. Begitu di ujung danau, terlihat kawasan masih asri, dikelilingi rerimbunan pohon. Di salah satu sudut, terlihat batang kayu yang disusun seadanya untuk istirahat sejenak.
Bupati naik ke dermaga sederhana itu,
mengawasi sekeliling. Menurut penjelasan warga setempat, di balik
daerah perbukitan itu, terdapat danau lagi yang jaraknya sekitar 100
meter. Kejernihannya, jelas tak usah diragukan.
Abdul Karim, pengurus Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Labuan Cermin (Likma Lamin) berharap, di kawasan itu dilengkapi dengan penunjang objek wisata seperti papan nama, serta berharap dukungan pemerintah agar keasrian kawasan itu terus terjaga.
Abdul Karim, pengurus Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Labuan Cermin (Likma Lamin) berharap, di kawasan itu dilengkapi dengan penunjang objek wisata seperti papan nama, serta berharap dukungan pemerintah agar keasrian kawasan itu terus terjaga.
“Ikan di danau ini semakin banyak. Ikannya mulai berkembang-biak karena tak diganggu orang,” katanya.
Sebelumnya, selama 6 tahun Likma Lamin secara swadaya ikut mempertahankan kawasan ini agar tak diganggu orang luar. Sayangnya, objek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Karena itu, Bupati Berau Makmur HAPK bertekad mengembangkan lokasi ini, diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung. Setelah itu, akan dilengkapi sarana penunjang yang memudahkan pengunjung menikmati danau ini.
Sebelumnya, selama 6 tahun Likma Lamin secara swadaya ikut mempertahankan kawasan ini agar tak diganggu orang luar. Sayangnya, objek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Karena itu, Bupati Berau Makmur HAPK bertekad mengembangkan lokasi ini, diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung. Setelah itu, akan dilengkapi sarana penunjang yang memudahkan pengunjung menikmati danau ini.

Air yang konon juga menjadi tempat mandi
para Raja Berau di masa lalu, juga dimanfaatkan warga sebagai sumber
air bersih. Tak perlu bahan kimia, cukup siapkan pipa saja dan air bisa
disedot untuk dialirkan ke rumah-rumah.
“Yang penting lingkungan mangrove-nya tetap terjaga, air ini akan selalu jernih,” kata Makmur.
Pekan depan, mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata juga dijadwalkan berkunjung ke lokasi tersebut. Tujuannya untuk ikut mempromosikan objek wisata ini secara nasional. Nadine kemungkinan akan melakukan penyelaman di kawasan danau tersebut.
“Yang penting lingkungan mangrove-nya tetap terjaga, air ini akan selalu jernih,” kata Makmur.
Pekan depan, mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata juga dijadwalkan berkunjung ke lokasi tersebut. Tujuannya untuk ikut mempromosikan objek wisata ini secara nasional. Nadine kemungkinan akan melakukan penyelaman di kawasan danau tersebut.
Untuk menuju lokasi ini, dari Tanjung
Redeb harus menggunakan angkutan pedesaan atau mobil carter ke arah
Selatan. Daerah yang dilalui antara lain Tabalar, Biatan, Talisayan dan
Batu Putih. Setelah itu barulah tiba di Biduk-biduk. Tak usah
memikirkan perjalanan yang begitu panjang. Karena setelah melihat
langsung lokasi ini, keindahannya akan “membayar” rasa capek.
Tak jauh dari lokasi ini, penikmat wisata juga bisa mengunjungi pantai Teluk Sulaiman, yang tak kalah indah dengan Pulau Derawan. Kawasan itu juga terus ditingkatkan fasilitasnya sebagai daerah kunjungan wisata alternatif.Pulau Derawan Nirwana Bahari
Sebuah nirwana tropis berada di
salah satu pulau wilayah Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten
Berau dan di Selat Sulawesi, tak jauh dari perbatasan Malaysia. Pulau Derawan
menjadi sebuah destinasi wisata bahari pilihan menawan buat Anda yang
menyukai pantai dengan hamparan pasir putih lembut berkilat serta air
jernih. Apalagi ditambah bonus menjumpai penyu-penyu jinak yang
berenang-renang riang saat kita melakukan penyelaman.
Terkadang saat duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut,
kita dapat menyaksikan penyu-penyu hijau itu hilir mudik di permukaan
air yang bening. Sesekali bahkan penyu-penyu tersebut nampak
berkeliaran di sekitar cottage yang berada di pesisir pulau. Saat malam
tiba, beberapa penyu naik ke darat dan bertelur di sana.Paduan warna laut dan lumut yang memukau menghasilkan gradasi warna biru dan hijau, serta hutan kecil di tengahnya, membuat pulau ini menyajikan pemandangan alam begitu indah yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Yang tersisa, kenangan mendalam.?

Dr. Carden Wallace dari Museum Tropis Queensland, Australia pernah meneliti kekayaan laut Pulau Derawan
dan menjumpai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu
terumbu karang. Tak salah kiranya jika Pulau Derawan terkenal sebagai
urutan ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf
internasional
Pulau ini memang relatif kurang begitu dikenal khususnya di dalam
negeri karena untuk mencapainya butuh perjuangan tersendiri yang cukup
berliku. Anda mesti menuju ke Balikpapan dulu dari Jakarta, Surabaya,
Yogyakarta atau Denpasar, untuk menuju pulau ini. Kurang lebih dua jam
waktu tempuh penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan.Dari Balikpapan, Anda masih harus terbang menuju Tanjung Redeb selama satu jam dengan menaiki pesawat kecil yang dilayani oleh KAL Star, Deraya atau DAS. Selain itu, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut, dengan menaiki kapal dari Samarinda atau Tarakan ke Tanjung Redeb dilanjutkan dengan menyewa motorboat menuju pulau Derawan dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam.
Sejumlah wisatawan Jepang dari Tokyo
melalui travel yang ada di sana “tembak langsung” berangkat ke
Singapura atau ke Sabah kemudian melanjutkan perjalanan ke Balikpapan,
lalu ke Tanjung Redeb menggunakan pesawat kecil.
Mereka memanfaatkan waktu mereka selama di Derawan dengan
menyelam, menyusuri keindahan bawah laut di pulau tersebut yang memang
merupakan lokasi terbaik untuk olahraga selam. Apalagi dengan kondisi
pulau yang terpencil dan “masih perawan” kian menambah pesona siapapun
juga untuk menikmatinya selama mungkin.
Tak usah jauh-jauh, hanya dalam jarak 50
meter dari bibir pantai, kita sudah dapat menyaksikan terumbu karang
yang indah dan ikan-ikan beraneka warna hilir mudik. Airnya sangat
bening. Anda pun bisa menyewa snorkel seharga Rp 30 ribu per hari. Bila
ingin menyelam lebih dalam, kita dapat menemukan ikan-ikan yang lebih
“eksotis” seperti kerapu, ikan merah, ikan kurisi, ikan barracuda,
teripang, dan kerang. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter,
terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall” karena pada
karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger
(red-toothed trigger fishes).
Pulau Derawan menyediakan fasilitas-fasilitas tempat penginapan
(cottage), penyewaan peralatan menyelam dan juga restoran. Ada pula
penginapan-penginapan bertarif murah yang dikelola oleh warga sekitar.
Kisaran harganya mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 100 ribu/malam.Masih belum puas?
Anda dapat meninjau juga pulau lainnya yang berada di sekitar Derawan. Misalnya: Pulau Sangalaki, Pulau Maratua, dan Pulau Kakaban yang mempunyai keunikan tersendiri. Ikan Pari Biru (Manta Rays) yang memiliki lebar mencapai 3,5 meter berpopulasi di Pulau Sangalaki. Malah bisa pula ditemui—jika cukup beruntung ikan pari hitam dengan lebar “bentang sayap” 6 meter . Sedangkan Pulau Kakaban mempunyai keunikan yaitu berupa danau prasejarah yang ada di tengah laut, satu-satunya di Asia.
Wisata Alam Pulau Sangalaki Kalimantan Timur
April 12th, 2010
wisata
Tak banyak yang tahu bahwa di bagian Utara Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Berau terdapat kepulauan yang sangat indah yaitu KEPULAUAN DERAWAN.
Kepulauan yang terdiri dari 28 pulau kecil ini menawarkan keindahan
pantai dan alam bawah laut yang mempesona. Beberapa pulau yang
diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari di kepulauan ini adalah Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Sangalaki dan Pulau Kakaban. Setiap pulau memiliki keindahan alam dan keunikannya masing-masing dan Pulau Sangalaki menawarkan atraksi wisata yang mungkin tak bisa anda temukan di pulau lain.
APA YANG BISA ANDA NIKMATI DI SANGALAKI ?
Sangalaki adalah pulau
kecil yang luasnya sekitar 13 Ha. Dengan jalan santai, anda bisa
menglilingi pulau yang berstatus Taman Wisata Alam (TWA) ini hanya
dalam waktu 30 menit. Selama perjalanan, anda akan menikmati pantai
berpasir putih dan laut yang menawan. Pada pagi dan sore hari, anda
juga bisa menikmati fenomena alam yaitu terbit dan terbenamnya matahari
yang menakjubkan.
Tak hanya itu, selama anda mengelilingi
pulau, anda juga bisa menyaksikan berbagai satwa liar yang yang mungkin
belum pernah anda lihat sebelumnya. Seperti ketam kelapa, biawak,
elang bondol, burung gosong Philipina, kuntul karang, burung pergam
laut dan burung pantai/laut lainnya. Disepanjang pantai, anda juga bisa
menemukan berbagai jenis moluska (kerang) dalam berbagai bentuk dan
warna.
Selain itu, Pulau Sangalaki juga
memiliki alam bawah laut yang sangat indah, terumbu karang yang ada di
pulau ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tutupan karang
rata-rata Pulau Sangalaki adalah 26.75% untuk karang keras dan 42.50%
untuk karang hidup. Berdasarkan survey yang dilakukan Naturalis Museum
Laeden tahun 2003, di Perairan Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan
ditemukan 40 spesies karang jamur (mushroom coral). Kawasan perairan
ini merupakan lokasi dengan keanekaragaman karang jamur tertinggi di
KKL Berau (Wiryawan dkk, 2005). Di perairan Pulau Sangalaki juga
terdapat 1.051 spesies ikan karang dan lima spesies lamun.
APA YANG UNIK DI SANGALAKI ?
Semua kawasan wisata di Kepulauan Derawan memiliki
alam bawah laut yang indah, pantai berpasir putih dan pemandangan alam
yang memukau. Tapi ada atraksi wisata yang istimewa di Pulau Sangalaki
karena pulau ini merupakan tempat pendaratan penyu dan kawasan
perairannya merupakan lokasi agregasi pari manta.
TWAL (Taman Wisata Alam Laut) Pulau Sangalaki
merupakan pulau peneluran penyu hijau yang terpenting di Asia
Tenggara, bahkan mungkin di dunia. Setiap malam, sepanjang tahun 10 –
30 ekor penyu bersarang di Pulau Sangalaki. Untuk meyaksikan atraksi
ini, anda harus bermalam di Pulau Sangalaki karena aktivitas penyu
bertelur tersebut hanya bisa anda jumpai di malam hari. Selain itu, di
pulau ini juga dilakukan kegiatan konservasi penyu oleh LSM Turtle
Fondation. Setiap pagi petugas akan memindahkan telur yang letaknya
terlalu dekat dengan laut ke tempat yang lebih aman yaitu ke tempat
penetasan telur penyu semi alami. Aktivitas ini juga cukup menarik untuk
diikuti.
Keunikan lain dari Pulau Sangalaki
adalah adanya agregasi pari manta di perairan pulau ini. Pari manta
merupakan jenis ikan pari yang makanan utamanya berupa plankton.
Perairan Sangalaki memiliki kelimpahan zooplankton paling tinggi
dibandingkan kawasan perairan lain di KKL Berau. Tingginya kelimpahan
zooplankton tersebut menjadikan kawasan ini sebagai tempat agregasi pari
manta yang paling tinggi. Pari manta biasanya naik ke permukaan dan
memakan plankton pada saat air surut. Dan untuk menyaksikan ikan unik
ini, anda harus menyelam.
APA YANG BISA DILAKUKAN DI SANGALAKI ?
a. Menyelam dan snorkling
Untuk melihat alam bawah laut dan berbagai biota yang ada di dalamnya, anda bisa menyelam atau snorkeling. Aktivitas ini jangan anda lewatkan, karena kata orang belum ke Sangalaki kalau belum menyelami perairannya.
b. Pengamatan Satwa Liar
Satwa liar yang paling menarik untuk diamati adalah penyu. Selain melakukan pengamatan penyu di pantai, pengunjung juga bisa mengamati telur penyu yang menetas di penetasan penyu semi alami yang ada di Pulau tersebut. Selain itu, jika anda tertarik, anda juga bisa melakukan pengamatan burung (birdwatching) di pulau ini.
c. Tracking
Aktivitas ini biasanya dilakukan hampir oleh semua orang yang berkunjung ke Pulau ini. Objek yang bisa diamati adalah pemandangan, hutan pantai, matahari terbit dan matahari terbenam. Pulau Sangalaki dapat dikelilingi hanya dalam waktu 30 menit, sehingga tracking bisa dilakukan pengunjung dari semua kelas umur.
Untuk melihat alam bawah laut dan berbagai biota yang ada di dalamnya, anda bisa menyelam atau snorkeling. Aktivitas ini jangan anda lewatkan, karena kata orang belum ke Sangalaki kalau belum menyelami perairannya.
b. Pengamatan Satwa Liar
Satwa liar yang paling menarik untuk diamati adalah penyu. Selain melakukan pengamatan penyu di pantai, pengunjung juga bisa mengamati telur penyu yang menetas di penetasan penyu semi alami yang ada di Pulau tersebut. Selain itu, jika anda tertarik, anda juga bisa melakukan pengamatan burung (birdwatching) di pulau ini.
c. Tracking
Aktivitas ini biasanya dilakukan hampir oleh semua orang yang berkunjung ke Pulau ini. Objek yang bisa diamati adalah pemandangan, hutan pantai, matahari terbit dan matahari terbenam. Pulau Sangalaki dapat dikelilingi hanya dalam waktu 30 menit, sehingga tracking bisa dilakukan pengunjung dari semua kelas umur.
d. Berenang
Berenang merupakan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung di perairan yang dangkal di sepanjang pantai. Aktivitas ini dapat dilakukan secara berkelompok di pantai yang relatif aman.
Berenang merupakan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung di perairan yang dangkal di sepanjang pantai. Aktivitas ini dapat dilakukan secara berkelompok di pantai yang relatif aman.
FASILITAS YANG BISA ANDA DAPATKAN?
Sarana yang ada di TWAL Pulau Sangalaki
diantaranya sarana akomodasi berupa 12 unit cottage, rumah
makan/cafetraia, sarana wisata tirta, dan kios cenderamata. Setiap
cottage dilengkapi dengan dua tempat tidur dan kamar mandi. Harga sewa
cottage ini per malam adalah $ 50. Pengelola wisata alam di Pulau
Sangalaki juga menyewakan sarana wisata tirta berupa kapal motor,
perlengkapan selam dan perlengkapan snorkling.

BAGAIMANA MENCAPAI SANGALAKI ?
Perjalanan menuju Pulau Sangalaki
dapat ditempuh melalui jalur darat dan udara.Jarak tempuh perjanan
darat dari ibu kota provinsi yaitu Samarinda menuju kota Tanjung Redeb
adalah sekitar ± 700 Km dengan kondisi aksesibilitas jalan ’sedang’.
Jalan darat yang menghubungkan Samarinda dengan Tanjung Redeb ± 90 %
telah di aspal, namun jalan yang berlubang, sempitnya ruas jalan serta
banyaknya bagian jalan yang rusak karena longsor membuat pengendara
harus berhati-hati. Jenis kendaraan yang dapat digunakan adalah mobil
sewaan dengan biaya sekitar Rp. 3.000.000 untuk perjalanan pulang
pergi. Sedangkan angkutan umum yang tersedia adalah bus berkapasitas
25 orang dengan harga tiket Rp. 125. 000 per orang. Waktu tempuh
perjalanan darat jika menggunakan mobil sewaan adalah sekitar ± 15 jam,
sedangkan jika menggunakan kendaraan umum bisa sampai ± 20 jam.
Dari ibu kota Kabupaten Berau yaitu Tanjung Redeb,
perjalanan darat dilanjutkan ke Tanjung Batu. Jarak yang ditampuh
adalah sekitar 100 Km, kendaraan yang digunakan adalah angkutan reguler
yang disebut ”taksi”. Angkutan ini berbentuk mobil kijang yang
berangkat pukul 8 pagi dari Tanjung Redeb, biaya yang dibutuhkan adalah
Rp. 50.000 per orang dengan waktu tempuh ± 2.5 jam. Ruas jalan
sebagian besar sudah diaspal dan kondisinya relatif baik.
Dari Tanjung Batu, perjalanan ke Pulau
Sangalaki dilanjutkan dengan menyewa speed boat atau ketinting. Harga
sewa speedboat berkapasitas maksimal 5 orang ini adalah Rp. 400.000 –
Rp. 600.000 untuk perjalanan pulang dan pergi. Jika bermalam biaya
speedboat bisa mencapai Rp. 650.000 – 750.000, sedangkan harga sewa
ketinting berkisar antara Rp. 150. 000 – Rp. 200.000 pulang pergi.
Walaupun biaya perjalanan dengan ketinting lebih murah, namun waktu
tempuhnya mencapai empat kali lipat waktu tempuh speedboat. Perjalanan
dengan speedboat dari Tanjung Batu ke Pulau Sangalaki ditempuh selama 2
– 3 jam sedangkan bila menggunakan ketinting bisa mencapai ± 8 – 12
jam
Perjalanan dari Tanjung Redeb menuju Pulau Sangalaki
juga dapat dilakukan dengan menggunakan speedboat langsung dari
Pelabuhan Tanjung Redeb. Biaya speedboat dari Tanjung Redeb ke Pulau
Sangalaki mencapai Rp. 5.000.000 pulang pergi dengan waktu tempuh
sekitar 3 – 4 jam perjalanan. Sampai saat ini belum ada angkutan air
reguler menuju Pulau Sangalaki, angkutan reguler hanya tersedia menuju Pulau Derawan. Dari pulau ini biasanya pengunjung yang ingin ke Pulau Sangalaki menyewa perahu kayu milik nelayan.
Selain jalur darat, perjalanan ke Pulau
Sangalaki juga dapat ditempuh dengan jalur udara. Perjalanan dengan
menggunakan pesawat terbang dapat dilakukan dari Bandara Temindung
Samarinda atau dari Bandara Sepinggan Balikpapan menuju Bandara
Kalimarau di Tanjung Redeb. Perjalanan selanjutnya dapat ditempuh
dengan cara yang sama dengan jalur darat.
PAKET WISATA YANG DITAWARKAN
Pada umumnya hotel-hotel di Tanjung Redeb
menawarkan paket wisata tertentu bagi pengunjung yang berminat
melakukan perjalanan wisata ke Kepulauan Derawan. Pulau Derawan dapat
dikatakan sebagai pusat wisata bahari di kepulauan ini. Selain karena
sudah adanya angkutan reguler ke pulau ini, di pulau ini juga terdapat
fasilitas wisata yang lebih lengkap dan ditunjang dengan prasarana
lainnya seperti jaringan listrik, telekomunikasi dan sumber air bersih.
Oleh karena itu paket wisata yang ada biasanya dipusatkan di pulau ini.
Dari pulau ini pengunjung dapat berwisata ke pulau-pulau lainya
seperti Pulau Maratua, Pulau Sangalaki, Pulau Semama dan Pulau Kakaban
yang letaknya saling berdekatan.
Untuk berwisata ke Pulau Sangalaki,
anda memang harus merogoh kocek agak dalam, tapi jangan khawatir
karena anda akan mendapatkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.
Jadi tunggu apa lagi ??? BURUAAAAAAAN DONG !!!!Biaya Perjalanan Wisata ke Derawan, Kakaban, Sangalaki dan Maratua
Karena banyaknya peminat dan pengunjung website WisataKaltim ini yang meminta kepada penulis untuk memberikan gambaran rincian biaya pergi Wisata ke Pulau Derawan Berau
maka penulis mencoba untuk memberikan gambaran biaya wisata ke sana.
Penulis bukan Travel Agency juga bukan Makelar Travelling saya hanya
membantu membuang mitos bahwa ke Pulau Derawan membutuhkan biaya mahal, sebenarnya tidak asal kita tahu celahnya.
Jika Anda dari Jakarta, tinggal cari tiket murah jkt-bpp-tarakan (estimasi 1,7 juta PP) atau bisa langsung jkt-bpp-Berau tapi tiket ke beraunya hanya bisa dibeli di Bandara Balikpapan, tidak ada pemesanan secara online (estimasi 2,4 juta PP).
Dari Tarakan – Derawan – Tarakan (Anda bisa sewa speed boat karena jaraknya 3 jam jadi memang agak mahal sewa’nya sekitar 3 juta untuk max 6 orang)
Jika turun di Berau anda harus menempuh perjalanan ke Tanjung Batu sekitar 3 jam dengan menyewa mobil inova/ kijang (biaya 800-1 juta PP)
Dari Tanjung Batu ke Derawan menggunakan Speedboat 20 menit (biaya 400 ribu PP)
Di Derawan penginapan banyak pilihan, mulai dari 50 ribu permalam, 250 ribu permalam sampai 400 ribu permalam (cottage), lokasi berada di pinggir laut bisa langsung mancing dari depan kamar atau berenang sama penyu di sana.
Tipsnya berlibur ke Derawan sebaiknya
4-6 orang, semakin banyak semakin minim budged anda, karena patungan
dengan temen-temen anda
Jika anda ingin pergi ke Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki dan Pulau Maratua
tinggal ngomong dengan yang punya penginapan, biasanya mereka punya
speedboat untuk membawa ke pulau tersebut. Biaya biasanya hitungan
paket, sekitar 500 – 1 juta untuk 3 pulau tersebut (Full Day).
MARI BELIBUR KE KALIMANTAN TIMUR!!! 

Pulau Maratua, Berau
Infrastruktur Masih Kurang, Resort Wisata Dikelola Pengusaha Malaysia
Maratua, Pulau Terluar di Berau (Borneo) yang Jadi Tujuan – Kabupaten Berau (Borneo) terkenal dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau Maratua.
Warga negara asing pun sering berkunjung ke pulau yang merupakan salah
satu pulau terluar di gugusan kepulauan Berau (Borneo) itu. Seperti
apakah Pulau Maratua yang dikenal dengan sebutan Paradise Island itu?

UNTUK menuju Pulau Maratua atau
Kecamatan Maratua memerlukan waktu yang cukup lama. Dari Tanjung Redeb,
ibu kota kabupaten saja, waktu normalnya sekitar 3 sampai 4 jam dengan
menggunakan speedboat. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu kota
Kecamatan Pulau Derawan,
terlebih dulu melalui jalur darat yang dapat ditempuh 2 jam perjalanan
dari Tanjung Redeb. Setelah itu menggunakan speedboat sekitar 30 menit
lebih.
Koordinat titik terluar Maratua 20 15’
12? LU, 1180 38’ 41? BT. Pulau ini berbatasan dengan negara tetangga
Malaysia (Malingsia) dan Filipina atau berada di Selat Sulawesi. Maratua
terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan Bohebukut,
Teluk Alulu, Bohesilian dan Payung Payung. Suku yang bermukim di Maratua
mayoritas suku Bajo yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai
nelayan.
Sebagai salah satu kecamatan terjauh di
Berau (Borneo). Pembangunan infrastuktur di pulau yang berpenduduk
sekitar 3.168 jiwa ini tidak begitu maju. Infrastruktur jalan saja baru
sepersekian persen saja yang beraspal, lebarnya pun menurut warga
setempat, hanya tiga meter, yang artinya hanya bisa dilalui satu
kendaraan roda empat. Namun, karena tidak ada kendaraan roda empat di
pulau ini, maka lebar jalan yang hanya 3 meter sudah cukup.
Sekadar diketahui, di pulau yang luasnya
2.282,46 hektare itu hanya ada kendaraan roda dua saja sebagai alat
transportasi warga. Untuk berpergian dari kampung satu ke kampung
lainnya, warga pun harus lebih banyak melalui jalan setapak dengan
sepeda motor.”Kami akui pembangunan infrastruktur di sini (Maratua, Red)
masih kurang.
Tapi bukannya pemerintah daerah tidak
memperhatikan,” tegas Wakil Bupati Berau (Borneo) Ahmad Rifai. Secara
bertahap, pemerintah Berau (Borneo) melakukan pembangunan infrastruktur.
Mulai jalan hingga kebutuhan dasar masyarakat lainnya, seperti air
bersih, pendidikan dan kesehatan. “Kalau listrik memang belum. Karena
pemerintah daerah masih mencari alternatif yang cocok untuk di Maratua
ini,” ujar Rifai.
Kendati pembangunan infrastruktur belum
maju, namun Maratua adalah tujuan wisata bahari yang menjadi andalan
Berau (Borneo). Jarak serta besarnya biaya yang dikeluarkan untuk
berlibur di pulau yang menjadi “surga” para penyelam ini tidak akan
menjadi persoalan. Karena panorama alam yang begitu elok dipandang, tak
hanya ketika matahari mulai terbenam namun yang menjadi daya tarik para
wisatawan adalah pemandangan alam bawah lautnya.
Wisatawan asing pun seperti enggan beranjak cepat ketika berada di Pulau Maratua,
meskipun dolar atau euro yang mereka keluarkan cukup besar. Tapi semua
itu terbayarkan dengan kepuasan mendapatkan pemandangan alam yang begitu
indah. Hamparan laut lepas dan pasir putih memang menjadi daya tarik.
Apalagi di Maratua pun banyak pulau-pulau kecil yang juga tak kalah
bagus pemandangannya.
Karena merupakan tempat wisata bahari
yang elok, Maratua pun sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, baik
oleh Pemkab Berau (Borneo), Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat.
Apalagi keberadaan pulau ini yang berbatasan dengan negara tetangga
Malaysia dan Filipina. Jangan sampai kejadian lepasnya Pulau Sipadan dan
Ligitan pun terjadi terhadap Pulau Maratua. Apalagi operator wisata di
Maratua dikelola oleh warga negara asing. Maratua Paradise Resort
misalnya, dikelola oleh seorang warga negara Malaysia (Malingsia).
“Tapi karena di Maratua ini sudah
bermukim masyarakat Berau (Borneo) sejak puluhan tahun silam. Saya yakin
Maratua tidak akan dicaplok oleh negara tetangga atau orang asing.
Apalagi di Maratua sudah ada Polsek dan Koramil yang siap mengamankan
pulau ini,” beber Rifai.
Kendati demikian, Rifai pun tetap
mengajak warga di Maratua untuk waspada, meskipun lepasnya Pulau Maratua
ke tangan asing sangat-sangat kecil kemungkinannya atau bahkan tidak
mungkin. Apalagi pemerintah kata Rifai, telah menetapkan Pulau Maratua
sebagai salah satu pulau terluar yang harus dijaga agar tidak dicaplok
negara asing.
“Memang kasus Sipadan dan Ligitan
berbeda. Karena kedua pulau itu sebelumnya memang dikuasai oleh operator
wisata dari Malaysia (Malingsia). Sedangkan Maratua sudah berpenghuni
sejak puluhan tahun silam. Tapi bagaimanapun juga kita harus waspada,”
tekan Rifai.
February 12th, 2010
wisata
MARI BELIBUR KE KALIMANTAN TIMUR dan SEKITARnya !!!
Pulau Kakaban Berau
February 12th, 2010
wisata
Pulau Kakaban mempunyai luas 774,2 hektar dan terletek di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Pulau Kakaban menarik perhatian turis-turis mancanegara dengan beberapa keunikannya, salah satunya adanya danau di pulau tersebut yaitu Danau Kakaban.
Yang mana pada danau tersebut diisi oleh campuran dari air hujan dan
rembesan air laut dari pori-pori tanah dan membuat suatu habitat endemik
yang berbeda pada kebanyakan kawasan danau lain di dunia, selain Danau
Kakaban ada satu lagi danau dengan air payau yaitu di Kepulauan Palau,
Mikronesia.
Sering menjadi buah bibir para penyelam,
adalah atraksi alami gerombolan barakuda di perairan Pulau Kakaban.
Suasana itu menjadi semakin komplit sering munculnya jenis hiu, pari dan
ikan-ikan karang eksotik lainnya. Seperti ikan Napoleon (Napoleon
Wrasse). Tak mengherankan kalau saat ini, sudah ada tiga perusahaan
swasta berfungsi sebagai resort penyelaman di Derawan dan sekitarnya.
Biasanya, setelah menyelam atau Snorkelling di perairan laut Kakaban, banyak yang menyempatkan diri melakukan hal serupa di Danau Kakaban.
Untuk mencapai lokasi danau, pengunjung harus mendaki gunung dan bukit
yang dipenuhi dengan pepohonan. Lebih mengagumkan, banyak pohon
Mangrove yang tumbuh dengan kokoh di atas bebatuan karang. Di danau air
asin ini, terdapat antara lain ubur-ubur endemik dari jenis Cassiopea
yang dengan mudah ditemukan berenang di kolam air. Sementara darat
perairannya dipenuhi dengan alga Halimeda, Sponges jenis Porifera dan
ikan gobi.
Tak jarang kumpulan paus atau
lumba-lumba melintasi atau mencari makan di perairan sekiter Pulau
Kakaban dan Maratua menjadi tontonan yang menarik. Pemandangan tak kalah
menawan juga ada di sekitar Taman Wisata
Pulau Sangalaki. Di perairan ini, sering terlihat ikan pemangsa
plankton muncul dan berkumpul. Sering membuat orang tercengang tentu
saja kehadiran belasan pari manta hantu (Manta Birostris) berukuran
raksasa. Hewan-hewan ini berenang sambil membuka mulutnya menyaring
plankton. Mereka sama sekali tak terusik kehadiran penyelam atau
pengemar Snorkelling yang berusaha mengikutinya.


MARI BELIBUR KE KALIMANTAN TIMUR dan SEKITARnya !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar